MALING – AKTIF MENYUARAKAN KRITIK LEWAT LAGU, IKSAN SKUTER SEMPAT DI BOIKOT PARTAI-PARTAI?!!
video
play-sharp-fill
Loading advertisement...
Preload Image
Up next

PWK – PRILLY LATUCONSINA, PERNAH MENJADI DUTA KEMENPORA, DUTA PAJAK HINGGA JADI DOSEN DI UGM.

Cancel
401,731 Views

MALING – AKTIF MENYUARAKAN KRITIK LEWAT LAGU, IKSAN SKUTER SEMPAT DI BOIKOT PARTAI-PARTAI?!!

Hallo Paramaling! Kembali lagi di Channel HAS Creative, kali ini MALING (Mamat Keliling) kedatangan seorang musisi yang dikenal dengan lagu-lagunya yang kerap kali mengkritisi pemerintah, sosial, lingkungan kehidupannya, hingga lagu makna filosofis, Iksan Skuter.

Muhammad Iksan atau lebih banyak dikenal dengan Iksan Skuter @IKSANSKUTEROFFICIAL (30 Agustus 1981) merupakan seorang musisi asal Blora yang memulai karir musiknya pada tahun 2000-2010 sebagai gitaris Band Putih. Nama Iksan sendiri diambil dari nama akhirannya dan Skuter merupakan sebutan yang diberikan oleh teman-temannya yang jika dijabarkan berarti Seniman Kurang Terkenal. Jiwa musikalitas-nya muncul sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan terus berlanjut sampai ia pindah dan menetap di malang. Ia terus meneruskan bermain musik hingga duduk di bangku kuliah, tepatnya di Fakultas Hukum Universitas Brawijaya. Pada tahun 2006, Iksan sempat masuk manajemen music bersama band putih, dan berhasil mengeluarkan 3 album. Namun perjalanannya sebagai gitaris di band putih itu tidak berjalan mulus, ia merasa kehidupan di Jakarta sangat keras dan merasa tak nyaman sehingga ia kembali ke malang dan keluar dari manajemen. Setelah itu, ia memutuskan untuk berkarya secara independent dengan genre lagu-lagu mengkritisi politik, sosial, kehidupan, dan lagu yang memiliki makna filosofis. Lagu-lagunya diantaranya yaitu Partai Anjing (2012), Bingung (2016), Pulang (2017), Shankara (2015), Bapak (2017), Nyanyian Pagi (2017), Cari Pemimpin (2012), Papua Kucinta (2012), Tuhan Dan Kegelisahan (2020), Uang Tidak Bisa Dimakan (2020), Teruslah Miskin Dan Bodoh (2018), Nyalakan Tanda Bahaya (2012), Jangan seperti Bapak (2017), doakan ayah (2018), dan lainnya. Selain berkarya dibidang musik, ia juga ternyata meliris buku berjudul “bingung” pada tgl 14 Februari 2020, tepat dihari valentine. Ciri khas nya ketika manggung adalah menggunakan kopiyah atau topi bintang satu. Sebagai seorang musisi yang kerap mengkritik pemerintah lewat lirik lagunya, iksan skuter kerap kali kesulitan mendapatkan izin untuk manggung di berbagai kesempatan.

Di obrolan kali ini Iksan Skuter bercerita tentang kehidupan awal karirnya sebagai Musisi, mulai dari dibelikan gitar paling murah oleh neneknya, merantau ke Jakarta, lagu-lagu kritisnya, berbagai ancaman yang muncul, sulitnya izin manggung ketika membawakan lagu keresahan, kekhawatirannya ketika membuat lagu dengan lirik sarkas, cerita dibalik dua lagu yang diliris ketika tragedi kanjuruhan dan masih banyak lagi cerita lainnnya..

MALING – AKTIF MENYUARAKAN KRITIK LEWAT LAGU-LAGU NYA, IKSAN SKUTER SEMPAT DI ANCAM PARTAI-PARTAI?!!

Penasaran? saksikan video selengkapnya hanya di channel HAS Creative

#IksanSkuter #MamatAlkatiri #Maling #MamatKeliling #HasCreative #Musisi #Seniman #KritikPemerintah #KanjuruhanMalang #musisifilosofis #PartaiAnjing #Ohmalangkumalang #oktoberhitam

Untuk pembelian Official Merchandise Has Creative:
Link Shopee https://shopee.co.id/tokonyayanti
Link Tokopedia https://www.tokopedia.com/tokonyayanti

Kunjungi perkembangan sosial media channel kami:
Instagram: https://www.instagram.com/hascreativeid/
Twitter: https://twitter.com/hascreativeid
Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSJ4ys1UU

#milenial #Maling #politik #fun

For business enquiry, please contact:
corcomm@hascreative.id